Tuesday, January 7, 2014

Happy New Year 2014 In first day I worked, still intact with 2013, when I signed a paper I wrote 2013. Until a few minutes later a student came and asked for the date revision. Time goes too fast, if we have many things to do. I hope in this 2014 we can do our best, regardless of many obstacles we may encounter. God bless you

Thursday, April 11, 2013

Wisata Murah Yogyakarta

Maret 2013 Kali ini dengan tanpa (sudah dengan pakai tanpa lagi) direncanakan jauh-jauh hari, akhirnya ada tugas ke Yogyakarta. Bertepatan dengan hari libur dan waktunya yang mepet menyebabkan banyak penginapan di daerah malioboro full-booked. Jadilah proses hunting info penginapan di agoda, booking, ....

pertama cari yang daerah malioboro

kedua cari yang budgetnya masih Rp <500.000

browsing2 foto penginapan dan beberapa review

kemudian cek lagi di google map, jarak tempuh ke malioboro

begitu seterusnya... akhirnya kami mendapatkan penginapan Ndalem Kotabaru, Jl. Yos Sudarso, tidak terlalu jauh dari Malioboro.

Guest house ini bernuansa semi-heritage, dikatakan semi-heritage karena kamar sudah direnovasi jadi yang masih terlihat heritage hanya di ruang tamu dan area common. Overall penginapannya bagus dan cocok untuk keluarga, untuk traveling solo, untuk traveller wanita, tapi kalau breakfastnya menurut saya kurang sesuai. Breakfast hari itu nasi goreng + telur mata sapi, in which nasi goreng nya lebih enak nasi goreng bapak duk-duk langganan saya. Tapi teh hangatnya sangat mantap, sedap rasanya .... cukup mengobati kekecewaan terhadap nasi gorengnya. Sayangnya penginapan ini tidak dikelola dengan lebih profesional. Washtafelnya entah-sudah-berapa-lama-tidak-disikat .... untunglah saya cuman numpang tidur saja jadi tidak terlalu berinteraksi dengan washtafel. Dari penginapan ke Malioboro: bisa jalan kaki (untuk saya sekitar 15 menit)

Love and Hate

Ada yang bilang hidup itu seperti roller coasterjavascript:void(0);... Ada yang bilang hidup seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Ada yang bilang hidup itu panggung sandiwara, konon katanya ceritanya mudah berubah. Ada yang bilang hidup seperti mimpi, seakan-akan kita mengalaminya tetapi ternyata sudah lewat dan kita melupakannya. Ibarat product life cycle, proses introduction, growth, maturity and decline semua sudah kujalani. Mulai dari rasa simpati, suka, suka banget, merasa dicuekin, cuek, mencuekin, sampai ke tidak merasa butuh. Akhirnya kembali lagi hampir ke siklus rasa simpati seakan-akan baru pertama bertemu. Semoga jangan berulang lagi, coz I'm tired. Enough the dejavu!

Itinerary KL Hatyai Penang KL

Berikut ini adalah contoh itinerary yang dibuat berdasarkan hasil riset data blog, artikel, kesaksian lainnya. perjalanan budget semi backpack, alias membawa koper untuk 7 hari 1. cari tiket murah --> pas ada promo 2. penginapan hostel/hotel budget --> booking in advance, online 3. cari info local transportation: bus, MRT, BTS, by foot 4. prepare guide: - map --> diperoleh dari airport, travel agent - local people --> kalau sudah kepepet bertanyalah seperti pepatah "Malu bertanya sesat di jalan" Semoga bisa menjadi sumber inspirasi, bagaimana merencanakan liburan yang bermakna dan menyenangkan dengan budget terbatas, bersama dengan teman yang asyik tentunya. Oh how I miss this moment, travelling again.

Day 4: Jalan-jalan murah Penang

Pagi ini kami bangun di Penginapan di dekat Jalan Callister, Penang. Letaknya di daerah backpacker jadi untuk kebutahan para bakcpacker terjamin, mulai dari makanan street-hawker yang menggiurkan hanya sejauh satu blok jalan kaki, bis kota, toko seperti 7-11.

Bangun pagi kami bersiap untuk sarapan di dekat penginapan, makan kwetiau yang merupakan makanan khas Penang. Kuetiaunya enak sekitar 4 - 5 ringgit, mirip dengan kue tiau di Surabaya. Yang mahal minumnya, hampir seharga dengan kue tiaunya :(. Tidak lupa kami membeli air minum 5 liter di 7-11 untuk dua orang. Kami telah diberi peta wisata Penang, di dalamnya ada informasi no lambung bis dan rutenya. Jadi pagi ini kami akan pergi ke tempat terjauh, yaitu Kelenteng, kemudian ke Bukit Bendera.

Sebelum mencapai Kelenteng yang di bukit, kami melewati toko pia, dan kami mampir. Ada pia kacang ijo yang harganya murah, sebagai perbanding pia cap Mangkok harganya sekitar 8.000 di Surabaya kalau pia ini harganya sekitar Rp 5.000,- memang lebih kecil dari pia cap Mangkok tapi harganya cukup reasonable.

Di kelenteng ini arsitekturnya sangat bagus, terlihat sekali nuansa arsitektur Cina seperti yang ada di film-film. Tempatnya cukup luas, dan beberapa kali perlu mendaki untuk bisa mencapai kelentengnya. Kami sempat mengambil beberapa foto narsis sebelum akhirnya turun. Untuk mencapat tempat ini ada seperti jalan mendaki yang di sepanjang jalan tersebut banyak pedagang suvenir topi, aksesoris, pakaian, tas, dsb.

Kami pun mampir di toko pia yang sebelumnya kami datangi. Berhubung teman saya sayang adik sayang kakak sayang semuanya akhirnya dia memborong 10 bks pia. Saya awalnya hanya sayang diri sendiri kemudian bertambah sayang teman-teman akhirnya juga saya join-the-club turut membeli 10 bks. Padahal tempat ini adalah tempat pertama dimana kami akan melanjutkan ke beberapa tempat wisata lainnya sepanjang hari itu.

Kami pun menunggu bis yang nomornya tertera di peta. Perhentian berikutnya di Bukit Bendera, dimana ada kereta yang kemiringannya 45 derajat. Setelah mengecek informasi harga tiketnya, tidak jadilah kami naik keretanya. Cukup berfoto-foto di venue Bukit Bendera.

Setelah itu kami berencana untuk mengunjungi benteng. Di sini tempatnya bernuansa heritage kolonial, it will be a good place untuk foto prawed ... dan kami pun tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto ria di sini.

Malamnya kami makan di dekat penginapan:

for me: wan tan mie. warnanya sausnya hitam dan rasanya enak.

Bisa dibayangkan sukacita kami yang tadinya timbul waktu menemukan pia ini, berangsur-angsur menjadi jengkel karena ternyata membawa 20 bks pia berjalan kaki keliling kota itu sangat melelahkan.

Another day finding myself

It’s been long time since last time update this blog. I can not imagine how fast the time flies, without my full involvement in all my activities. Some days filled with fatigue-ness which is not expected yet accompany me through my hard-deadline-time. I guess it makes me more like what I am no'w, a independent, more depend to God even in my little aspects in my life, hopefully not too independent in the perspective of human. Enough with the days when the tears and mourns coloring my days, enough with the insecure feeling I had, enough with the try-do-beat-the-other-top-achiever, enough with always-try-to-be-perfect ... I am not perfect, and I am proud of myself. Contemplating sometime inevitable for me. Guess it's an attribute of an introvert, although I myself sometimes feel the opposite of it.