Tuesday, June 12, 2012

Day 3: Jalan-jalan murah Hatyai - Penang

Pada hari ke-3, paginya bangun dan jam 9 sudah siap2 keluar. Tujuan hari ini ke pasar untuk membeli beberapa item, setelah itu check out dan kemudian jalan-jalan sebentar baru berangkat ke Penang. Entah karena kemarin capek jalan-jalan atau karena kasurnya kamar hotel Kosit (Hatyai) yang empuk kami nyenyak tidurnya, jadinya hari ketiga bangun dengan segar. Hari ini sekali lagi kami akan ke Pasar Kim Young (Kim Young Market). Tentunya kami akan sarapan dulu.

Kali ini kami akan mencoba menu mie khas Thailand, yang berasa kuah tom yam. Kedainya berdekatan dengan kedai dimsum tempat kami makan pagi sehari sebelumnya. Saya memesan mie putih (un sen = seperti bihun putih) teman saya memesan yang jenis mie berbahan seperti mie sagu. Kuahnya rasa tomyam, ya sedikit kecut dan pedas. Sama penjualnya diingatkan bahwa rasanya pedas, hati-hati, ee, ternyata teman saya masih menambah lagi sambal bersendok-sendok. Alhasil dapat ck ck ck dari si ibu penjual :D. belum tahu ibu itu bahwa di Indonesia banyak yang doyan pedas.

Hatyai sebenarnya kotanya kecil, dan pusatnya kotanya tidak terlalu besar. Masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dari hotel Kosit ke Pasar Kim Young. Namun anehnya, orang local tidak terlalu banyak berjalan kaki. Rata-rata mereka menggunakan sepeda motor atau mobil. Kendaraan umum yang tersedia itu ojek dan tuktuk. Rata-rata tuktuk tarifnya 20 baht kalau dekat, kalau jauh bisa sampai di atas 200 baht. Jangan berharap ada taksi di kota ini.

Sesudah makan pagi kami bergegas ke pasar Kim young, yang sudah kami datangi kemarin. Target hari ini: - Mencari titipan teman

- Melihat2 jika ada barang bagus murah (:D) --> ini bukan kebutuhan, tapi tergantung pada mata memandang mungkin bisa menjadi kebutuhan :D

- Mampir ke toko kosmetik keciiil di Ps….. yang menjual produk kosmetik Korea, pengin membeli produk Skin Food. Si nona penjual sangat cantik, dan kebetulan dia juga bisa berbahasa Inggris.

Pagi itu kami ke Pasar Kimyoung dengan tangan kosong namun pulang ke hotel dengan beberapa kantong belanjaan :D. Alamaaakkk ... girls... Akhirnya sudah tidak sanggup berjalan kaki kami kembali ke hotel Kosit menggunakan tuktuk. Kemudian kami mencari makan siang di dekat hotel, sekitar dua tiga blok dari hotel. Kami bersiap2 untuk packing, nah timbulah masalah.. U know what? barang yang dibeli kok menjadi banyak, ada biskuit-biskuit buatan negeri jiran yang lucu2 dan tidak terlalu mahal. Jadilah kami membongkar dan susun ulang koper2 supaya bisa muat. Untunglah kami telah menambah bagasi airasia menjadi 25kg. Setelah check out kami titipkan barang di resepsionis hotel dan pergi makan siang. Kami menyusuri sekitar hotel dua tiga blok jaraknya. Di satu depot saya memesan nasi goreng sayur, ini menu yang selalu menjadi andalan dan tidak pernah mengecewakan di Thailand, rasanya selalu enak dan PASTI... tidak ada jebakan hehehehe. Teman saya memesan, saya lupa apa yang dipesannya. Ya wis, kemudian dalam perjalanan kami pulang ke hotel masih banyak energi kami muter-muter berjalan kaki dan mampir ke beberapa toko yang menarik. Wadhoo bertambah lagi beban angkutan karena habis membeli barang... Di hotel kami menunggu dari jam 3 akhirnya baru dijemput van jam 5 sore. Ternyata di sini orang mixed up antara jam Hatyai atau Penang. Kalau jam 3 di Hatyai sama artinya dengan jam 4 di Penang, capee dex ... Jadi kalau ada orang lokal Hatyai menyebut waktu, pastikan itu dalam time frame penang atau hatyai. Setelah dijemput, kami masih menunggu di travelnya, hampir satu jam di travelnya, jadi benarlah bahwa kami berangkat pkl 6 dari Hatyai atau pkl 5 waktu Penang. Malam itu kami naik travel dari Hatyai ke Penang. Sekitar menjelang tengah malam kami sampai di perbatasan. Dengan wajah terngantuk-ngantuk kami melewati imigrasi Thailand dan Malaysia. Dan sampailah kami di Penang kembali, setelah melewati jembatan Penang dari jauh terlihat lampu kelap kelip. Kami diantar ke tempat penginapan kami di daerah dekat backpacker.

Oia, bila mengetahui bahwa kita datang dari Penang atau kota Malaysia lainnya, mereka akan menggunakan satuan uang ringgit. Satu kali ketika kami menanyakan arah ke ibu penjual dimsum, kami diberitahu bisa naik tuktuk ke Ps Kim Young dengan murah, hanya 2 dollar (dalam bahasa Hokkian). Wah, saya sudah senang sekali, bisa naik tuktuk ke Pasar Kim Young hanya 2 baht per orang. Ternyata si abang tuk tuk menagih 20 baht/orang … hehehhe jadi dollar di sini maksudnya ringgit. So hati2 kalau menanyakan harga di Hatyai, samakan persepsi dulu ya supaya jangan kaget waktu membayarnya.



Tips bagi ibu2: orang Thailand cenderung untuk tidak menawar harga ketika belanja. Ini berdasarkan pengalaman saya pergi jalan-jalan dengan teman saya orang Thai. Kalau masih belum serius untuk membeli sebaiknya jangan banyak menawar/bertanya2, karena Anda akan disuguhi wajah kurang simpatik dan kurang sabar si penjual. Pernah suatu kali si penjual merebut kembali barang dagangan yang sedang kami amati, lha wong pembeli mau mengecek kondisi masa ngga boleh? Nah pada poin ini saya sangat sangat lebih senang berbelanja di tanah air, … at least tidak mungkin penjual merebut barang dagangan dari calon pembeli …

Tips travelling murah Hatyai: - Tiket van Hatyai - Penang beli saja di hotel , harganya sama dengan travel. Jadi kalau kita sudah check-out dari hotel, masih bisa menumpang duduk menunggu di lobby.

- Beli air minum galon ukuran sekitar 5 liter. Harganya jauh lebih murah daripada membeli air mineral yang 600 ml atau 1500ml. Bisa cari di convenience store seperti seven eleven (7-11). Untuk perbandingan, harga air minum yang galon 5 liter kira2 50baht, sedangkan botol air yang 600ml bisa 8-10 baht.

- Beli oleh-oleh mie instan rasa Tomyam, yang paling enak brand MAMA. Ada dua macam mie rasa Tomyam, yang bening dan yang seperti ada susu/creamer. Gampangnya mie MAMA bisa cari di seven-eleven.

- Cobalah makan masakan lokal, misalnya: Tom Yam Goong (rasa udang), Somtham Thai (tapi pesan yang tanpa crab, karena yang ada crabnya itu amissss minta ampun - imho), phad thai (seperti mie goreng), hoi thot (sejenis kerang-kerangan dengan telur), khao niao ma’muang (ketan dan mangga), dim sum (dim sum paling fresh yang pernah ku makan) - Siapkan beberapa kosa kata thai misalnya terima kasih, angka2 untuk bisa menawar, belok kiri belok kanan berhenti, dsb.

Friday, June 8, 2012

Review Unscented Castile Soap – Sabun Zaitun Murni

Beberapa tahun belakangan ini saya mulai tertarik dengan yang natural-natural. Dari membaca2 artikel katanya itu bagus untuk kesehatan. Nah, semua yang bagus untuk kesehatan itu sangat menarik buatku.

Baru kusadari kalao di luar ruangan cuaca (sangat) panas kalau siang. Kalau Pagi bisa hujan, aneh kan… karena sehari2 seringnya berada di ruangan jadinya tidak terlalu menyadari betapa panasnya berada di luar ruangan, apalagi kena paparan sinar matahari langsung.

Sehari-hari berada di ruangan ber-AC menyebabkan kulitku agak kering. Aku mencoba berbagai macam body lotion, ganti ganti sabun sudah dilakukan. Dari hasil browsing akhirnya menemukan produk natural dan organic green mommy :D. Yang baru dicoba produk Unscented Castile Soap dan Lemon Green Tea Body Oil.

Unscented Castile Soap - Minyak Zaitun Murni Aku pakai sabun handmade ini di badan selama satu minggu. Hasilnya kulitku lebih lembab. Bahkan pernah sekali saya tidak memakai body lotion pun kulitnya sama sekali tidak kering. Kemudian kucoba di wa jah, dan hasilnya di wajahku yang sangat sensitive ini sama sekai tidak ada bintik2 merah, aman terkendali. Biasanya kulit wajahnya agak rewel, dan so glad sabun natural ini cocok dengan kulitku.

Pro

- Tidak mengandung wewangian - Tidak mengandung pengawet - Mengandung gliceryn - melembabkan - Like the very simple packaging (simple packaging leads to lower cost à I love low cost with high quality :D) (meet my goal: gradually eliminates the chemicals from my skin care) Kontra: - Kurang berbusa (But I’m used to it)

Will I repurchase? Big YES

Where to buy? http://gms.hadeyazah.org under menu Ecocare

Any discount?

When you order at green mommy you can mention code SASA2012 and you will get 10% discount

Tuesday, May 22, 2012

Help Wanted

Help help ...

Udah capek nih ... maunya ini tapi kenapa yang lain jadinya... In this moment, a secretary really need a secretary to assist her. A matter of time management or over load? A thing that I struggled recently, pointing in two direction between accept-try-t0-do-my-best-almost-fell-sick-many times and reject-other-incomeing-tasks-that-flowing-like-river.

another thing I must faced

Oooh, please help me

Monday, May 21, 2012

My Dean Tony (6)

Soon, James Lee, a handsome young man with good attitude and not to mention his family wealth has become an interesting and considered-man in town. Words about him spread in town, doesn't need much effort to get the information. In our small town any news spread very fast, good news or bad news. Even no internet yet at that time. James Lee, which is Tony's uncle seem to had a special place in my aunt's heart. Now the folk who used to gather at our house gradually decreased in numbers. I didn't know why at that time. I just missed all of them, the slaughters, joys, spirit of the young people. Every Saturday James Lee would come to our house. I would watched them from a distance. Now only they two, with a maid near my aunt. **will continue later, somehow the inspiration is hiding somewhere else leaving me lost in the space**

My First Book

My first book was published in 2010, finally, after some very tiring and exhausting days. Thank to my friend who has the idea, and as a co-author I did some details to make it complete. Hopefully can make more books in the future, but don't have any idea what topic.

Day 2: Jalan Jalan murah KL - Hatyai @Kosit Hotel

Sebelumnya kami naik bis dari depan terminal Puduraya ke Hatyai (Thailand). Sampai di Hatyai sekitar jam 7.30 pagi kami diturunkan di kantor travelnya. Mereka menyediakan jasa penukaran uang (money changer) dan tiket van ke beberapa kota lainnya. Meskipun kurang lancar berbahasa Inggris staff-nya cukup ramah, dan mereka memberikan peta Hatyai (Hatyai city map). It's a good start!

Dari sana kami berjalan ke Hotel Kosit, dimana kami akan menginap. Pada Maret 2012 ini per malamnya kena B700 twin bed standard room. Beberapa minggu sebelumnya setelah melakukan search dan read akhirnya memutuskan untuk di hotel ini karena ada review yang bagus mengenai hotel ini. Jadi kami sudah booking via email namun pembayarannya dilakukan setelah sampai di Hatyai (what a very convenient way). Ternyata jarak dari travel tadi ke hotel Kosit tidak terlalu jauh, sekitar tiga blok.

Sepanjang perjalanan ke hotel toko-toko masih belum buka, jalanan juga masih lenggang, padahal itu hari Kamis hari kerja dan pukul 8.30 pagi. Sampai di hotel petugasnya sangat baik, dan kami diperbolehkan check in lebih awal (yayyy!!!!). Pihak hotel juga menyediakan tiket van ke Penang, which was our next destination. Ternyata, harganya sama dengan yang ditawartkan agen travel tersebut, yaitu B300 per orang. Kami mengambil jadwal jam 3 sore (15.00) keesokan harinya. We have more than one day and one night in Hatyai.

Fasilitasnya hotelnya standar, dan cukup ok. Looks old, tidak terlalu baru, tapi untuk budget traveller this is suitable for our pocket. Kemudian kami diberitahu oleh beberapa penjual, sebaiknya menginap dekat kota (yaitu near Lee Garden - which is considered center of city), ada beberapa hotel dengan harga sama namun have better location. I forgot the hotel names, will come back later.

To do list in Hatyai:

Eat:

- dimsum

- all you can eat @Lee Garden

- tom yam

- som tham (thai version, not the crab/poo version)

- durian and sticky rice



http://importfood.com/thaiicetea.html

Shop: anything that is into our budget range, some unique and good value.

So, kami mandi2 setelah semalaman tidur di bis, dan bersiap2 menjelajah kota Hatyai. Jam 10.30 kami siap mencari sarapan. Oia, the guy who sold us bus ticket @Puduraya, KL said they provided meal, but in fact tidak ada makanan or drink yang mereka sediakan. What a false information and unethical behavior he had, mislead the customers.

Ok, back to breakfast, kami berjalan mengikuti arahan peta, berjalan beberapa blok dan tidak menemukan makanan... namun kami menemukan rombong alias gerobak yang menjual minuman 'cha yen' aka thai iced tea. It costed B10, a good treat with just proper sweetness unlike other thai kanom *traditional cake* imho which is usually too sweet for my taste. Beside, as a sweet girl/lady, I don't need other sweet food :D
the above pic is taken from http://importfood.com/thaiicetea.html
Kami bertanya2 ke beberapa orang, dan menemukan ada toko dimsum yang letaknya di pojok, in front of Airasia counter. I don't know the exact location, tapi kalau bisa menemukan airasia counter-which-is-the-only-one-in-Hatyai maka depot ini letaknya persis di seberangnya. Di sebelahnya dimsum ini ada toko jual bubur dan sebelahnya lagi (the other corner) menjual aneka mie.

Dimsum we had for 2 persons, + 2 nasi putih + mineral water

Cost B190 for 2. The dimsum was very nice, with fresh shrimp and no bad odor. The dimsum tasted juicy, and very delicious. Love the very traditional bamboo container used to serve the dimsum :D

Selepas itu kami pun menyusuri beberapa jalan kota Hatyai dengan peta yang diberikan oleh pihak travel agent. Rencana awal ke pantai Songkla urung, karena jaraknya cukup jauh di luar kota dan kami lebih tertarik untuk menyusuri kota Hatyai ... Tujuan pertama ke Kim Young market, kami menggunakan jasa tuktuk. Untunglah daku bisa berbahasa Thai sedikit2, sehinga bisa sampai di Kim Young juga. Rupanya jauh juga jaraknya kalau naik tuktuk karena kendaraan beroda harus mengambil jalur satu arah. Pasar itu mirip dengan pasar tradisional yang ada di Bangkok yang pernah kukunjungi seperti Pasar Bangkapi (dekat Mall Bangkapi) dengan pembagian sbb:

lantai 1 : kebutuhan pokok dan oleh2 manisan, biskuit, keripik, pakaian, jam tangan, barang elektronik seperti catok, seterika, dll

lantai 2 : elektronik, mainan anak-anak, pakaian, tas kulit

Kemudian dari Kim Young Market kami menuju ke Lee Garden Plaza. Plaza ini merupakan salah satu icon Hatyai, plazanya tidak terlalu besar namun karena ini satu-satunya yang lumayan menurut rekomendasi, jadi kami merasa wajib mengunjunginya. Mungkin kalau di Surabaya setara dengan Surabaya Plaza (Delta GPlaza), tapi ini lebih kecil sedikit hanya interiornya lebih berkesan wah dan modern. Baju-baju di sini lebih mahal dari yang di Surabaya. Kemudian kami mencari makan siang di luar Lee Garden yaitu di Jalan Prachatiphat Road dan menemukan nasi ayam hainan. Harga per porsi 40 baht untuk ayam hainan (bisa pilih ayam kukus atau ayam goreng/kai thot), sedangkan yang topping ikan harganya 45 baht. Minuman Free flow ... yaaay :D yummy yummy

Setelah kenyang kami berjalan menyusuri jalan pulang ke Hotel Kosit, tapi tentu saja mampir-mampir dulu :D big grin. Pertama mampir di Yongdee Market kemudian Santisuk Market serta Asia Market. Ketiga tempat ini letaknya berdekatan, diapit oleh jalan Niphat Uthit 3 Rd. dan Niphat Uthit 2 Rd. Hootel Kosit berada di Niphat Uthit 2 Rd. Kami menemukan beberapa barang yang menarik misalnya aksesoris wanita, anting-anting, toko kosmetik seperti yang biasanya di Pasar Atom namun menjual banyak kosmetik import branded seperti SKII dll. Harganya pun sangat miring dibandingkan dengan di counter.

Hasil hari kedua:

1. snacks, rumpur laut (nori) - beli di Pasar Kim Young. Kalau pernah tahu produk nori TaoKaeNoi kira-kira seperti itu.

2. jam tangan fashion 200 baht (sekitar Rp65.000) - beli di Pasar Kim Young

3. sandal spt 'crocs' merek local: bahan sangat empuk, buatan halus, dan warnanya sangat cantik, harga 200 baht (sekitar Rp65.000) - beli di Santisuk Market



Tips wisata murah:

- minta peta Hatyai dari pihak travel, it's very useful terutama untuk menghemat. Beberapa tempat bisa dijangkau dengan jalan kaki sehingga tidak perlu menggunakan ojek atau tuk-tuk - bertanya bila tidak yakin berada di mana .... hampir di setiap toko/shop yang kami mampir, sambil membeli barang/makan kami usahakan untuk bertanya tentang direction ataupun khas daerah tersebut.

Wednesday, May 16, 2012

I am Dried

Sudah Beberapa waktu ini sibuk sekali, rasanya waktu 24 jam tidak cukup... N barusan bertemu dengan orang-orang yang punya behavior kurang kusukai. Tidak mau membaca!!!! Hello??? Apa gunanya tulisan besar2 kalau tidak dibaca? Capek deh....

Sunday, April 22, 2012

Day 1: Jalan-jalan murah Surabaya - LLCT – KL

Maret 2012

Ini dia liputan yang dimaksudkan di blog sebelumnya. Hari ini berdua dengan teman saya, kami akan mengunjungi negeri sebarang dengan ala backpack-koper … dengan mengambil penerbangan paling pagi Airasia dari Surabaya ke LCCT pkl 5.50. jadilah kami berdua jam 3 subuh sudah berangkat dari rumah.

Ternyata, di bandara belum ada petugas yang stand-by, ck ckckckc, padahal ini bandara internasional. Terasa bedanya dengan bandara Suvarnabhumi (Bangkok), Changi (Singapore) dan LCCT (KL) …. Grgrgr, katanya harus cek in min 2 jam sebelumnya, ternyata masih blm ada petugas …. Setelah nunggu lamaaaaaaaaaa, berdiri n pegal karena-banyak-yang-merokok-di-area-tempat-duduk (hate yang merokok di tempat umum: kalau mau sakit jangan ajak2 orang dooooong) akhirnya ada petugas…

Di gate yaitu di lantai 2, ada petugas bandara rese, kami tidak diperbolehkan masuk katanya pindah ke gate lain katanya belum ada jadwal, padahal petugas counter AA kasih tahu kalau boarding di gateX. Petugas AA akhirnya bicara dengan petugas bandara tersebut dan kami akhirnya boleh masuk ke ruang boarding X. Bapaknya gimana sih, jelas2di layar monitor depan gate ada jadwal dan plot ruangan boarding kok dibaca sih pak??  tidak professional apalagi untuk ukuran bandara internasional

Perjalanan 2 jam lebih, dimanfaatkan untuk tidur di pesawat, lumayan jadi tidak merasakan lamanya perjalanan.

…. Akhirnya sampai juga di LCCT pkl 9 lebih, menghitung2 waktu yang agak mepet, maka kami bergegas tukar koin ringgit untuk telepon booking hotel di Penang. Setelah keluar dari imigrasi ada beberapa counter tiket bus.Akhirnya kami membeli tiket bus Aeroline dari LCCT ke KL Sentral, 1 way 8 ringgit, kami beli pp 14 ringgit per orang.

Busnya lumayan bagus, ber-AC, tapi nunggunya lama. IMHO Mungkin mereka menunggu penumpang penuh, jadi tidak berdasarkan jadwal.

Sampai di KL Sentral, kami mencari penitipan tas/koper kami, karena kopernya gedhe2, kena biaya 20 ringgit. Ada lagi yang lebih kecil lokernya bianya 15 ringgit, 10 ringgit dan 5 ringgit. Petugasnya bilang tidak boleh lewat dari tengah malam.

Tujuan kami berikutnya adalah ke terminal Puduraya untuk membeli tiket bis ke Hatyai. Dari KL Sentral naik kereta turun di Pasar Rakyat (seharusnya).Namun karena kami juga bertanya2 pada satu ibu2 dan mendapatkan jawaban harusnya turun di Mesjid Jamek, akhirnya kami agak muter2 berjalan kaki, setiap dua blok tanya2 direction ke Puduraya …. di tengah jalan kami mampir di satu warung nasi yang uuenak, sayangnya kami tidak memfoto alamatnya dengan jelas. Feeling aja kalau lihat orang berjubel2 kami langsung masuk ..

Di luar terminal Puduraya ada beberapa calo-calo bis orang yang menanyakan hendak kemana etc. Puduraya ini merupakan terminal yang melayani semua bis ke luar kota, bahkan ke Singapura, Thailand (Hatyai dll). Pernah baca dari blog orang, akhirnya kami membeli tiket, kumpul pkl 9 malam, berangkat 10.30 pm, kena 65 ringgit/orang.


Habis itu kami jalan kaki dari Puduraya ke Chinatown, don’t ask me the direction, sepanjang jalan kami terus tanya orang akhirnya bisa sampai .. karena masih sore belum banyak yang berjualan, dan iseng2 kami menyusuri belakang toko ternyata itu foodcourt tradisional. Perut masih kenyang jadi hanya mencoba minuman barley, 1 ringgit. Segarrr..

Lepas dari sana kami berjalan kaki ke Pasar Seni. Sebenarnya tidak terlalu special bagi yang tidak suka shopping. Isinya barang2 seni, kerajinan tangan. Malah kami melihat kerajinan dari batik yang motifnya mirip dengan produk di negeri Indonesia.

Dari Pasar Seni kami pun kembali naik bis ke Sungei Wang. Ini tempat shopping yang tidak terlalu mahal, dan bisa dijangkau dengan (kereta) monorail. Di sana saya sempat mampir ke counter Shizens, kosmetik Korea. Saya dicobakan 2 produk, 1 maskara yang bisa menambah panjang dan volume bulu mata dan lip painter. Yang maskara hasilnya sangat bagus, sampai aku pangling namun maskaranya sangat perih di mataku yang sensitive.. Lip painternya ada dua sisi yang warna putih untuk mengembalikan warna bibir ke warna natural, kemudian satu sisi lain isinya lipgloss untuk memberikan kilau di bibir. yang lip painter sangat kusuka, hanya saja harganya selangit biarkan menjadi my wish list.

Dari Sungei Wang kami kembali ke KL Sentral naik kereta, tanya2 saja ke petugas mall mana pintu yang langsung menuju ke monorail. Kami menyasar lagi dalam hal ini. Karena kami turun di stasiun KL Sentral, yang ternyata bukan KL Sentral tempat kami menitipkan koper. Jadi kami bergegas tanya2 ke beberapa orang dan (Praise the Lord) mereka bersedia memberikan arahan. Kamipun jalan kaki ke KL Sentral, n ternyata cukup jauuh dari stasiun KL Sentral. Dari KL Sentral kami naik monorail ke terminal Puduraya turun di stasiun Plaza Rakyat. Nah di sini mulai lagi perjuangan. Koper kami cukup besar dan berat agak merepotkan karena harus naik turun tangga dan berjalan kaki … benar2 perjalanan yang menegangkan karena takut ditinggal oleh bis.

Sampai juga di Puduraya dengan keringat2 sebesar biji jagung dan ngos-ngosan … weks, tidak recommended membawa barang banyak dan pakai acara nyasar sementara mengejar jadwal bis luar kota … baru kusadari bahwa kami hanya mendapat kwitansi, dan bukannya tiket bis. Untungnya walaupun kami membeli tiketnya dari calo ternyata kwitansinya bisa berlaku... hiks, hanya saja karena menunggu masih lama saya iseng naik ke counter tiket di lt.1, sebelum sampai counter masih ditanya2 sama petugas2 berbaju sipil ‘hendak kemana’…
Iseng mengecek ke counter KK harganya tidak segitu, terpaut 10 ringgit  hiks hiks.. Tips jangan pernah membeli tiket di luar terminal, beli langsung di counter Puduraya.. especially if on budget travelling...

Dan untungnya lagi bis KK ini sangat lega, tempat duduknya 1 2, dan bisa disetel untuk posisi tidur ... minusnya - jorok, sempat melihat binatang2 kecil berseliweran di lantai bus ... jadilah malam itu kami bermalam di bis, usai sudah perjalanan hari pertama ..

Next ... Hatyai

Tuesday, April 3, 2012

Short Journey

I am very tired...
just finished a-7-days trip to 3 cities: Hatyai (Thailand), Penang and Kuala Lumpur (both in Malaysia). With my frie tnd the two of us have a very pleasant and unpleasant experiences, a lot of good people who God sent to help us in our 'backpack-trip'

Three cities with 3 different impression, it would hurt someone if I tell the truth, but it is true.

In Hatyai : the people are very friendly and kind
In Penang : very rude, inpatient, the seller treated customers as if they won't pay
In KL : the taxi driver are very baddddd .... very not recommended!!
(No offense please, just telling the truth)

For the complete story of each I will continue in my next post.